Yahhh…malem ini, setelah seharian penuh berjuang memandangi thesis yang harus direvisi, akhirnya saya telah mengerjakan setidaknya DUA dari LIMA BELAS hal yang harus saya perbaiki dari thesis saya. Itungan 15 itu mencakup revisi mayor dan minor: struktur abstrak (meehhh), berbagai tulisan saya dalam bentuk paragraph yang harus dirubah ke bentuk pointers (seriously this more than just mehhhhh), perbaikan tabel yang mencakup bentuk, warna, dan penyebutannya di dalam paragraph (d’ohh…tak tahan untuk tak tepok jidat), penjelasan panjang lebar yang harus saya kasih kenapa juga saya dengan ‘hebat’nya menciptakan kuesioner ajaib yang itemnya sampe 101 (blaaahhh…responden aja mau ngisi jadi kenapa lagi musti dipermasalahkan huhuhu… Okay tapi ini gapapa masih lumayan agak penting lah), menjelaskan berbagai macam definisi dari istilah2 yang saya pake di dalam thesis (okay ini juga perlu sih, tapi kan saya jadi harus banyak browsing dan baca dan merangkai kata lagi), daaaaaan yang paling mengerikan dari semua itu adalah: saya harus menambahkan hal mayor dalam bab analisa—yang berarti adalah browsing, kumpulin data, olah data sederhana, sortir data yang udah ada, olah lagi, convert semuanya ke dalam bentuk presentasi yang berupa tabel atau chart, lalu tentu saya membahasnya (dosa apa saya kemarin2? Huuhuhuhuhuhuhuhu…..). *sighhhhhhhhhhhhhhhhhhh*
it is this messy :'(
source: http://www.abdsurvivalguide.com
Dan jujur…mulai dan pagi hingga malam, semangat hidup saya kian melemah tiap kali memandang nanar si thesis yang udah selonjoran dengan ciamiknya diatas meja kecil yang saya taro diatas kasur saya. Maksudnya ditaro dikasur ya jelas supaya saya ga make kasur buat tidur melulu karena sebagian ruangnya kini udah dikuasai si thesis dan laptop diatas meja kecil. Beneran deh, walaupun udah sebegitu menantang pasangan yahuy ini a.k.a. thesis dan laptop, saya tetep ga napsu bahkan untuk sekedar melirik aja. I feel like I’ve had enough!!! I do!!! I’ve been doing this research for more than a year, at first with lots of energy and huge enthusiasm, then with a bit worry feeling whether I am capable or not, then with an improved self-confidence by a little (well not so little, quite big actually) help from my amazing Supervisors in ITS and my friends, then finally with a helpless feeling I managed to force myself finished that report off and submitted it to ITS just close before the deadline. That was for Leeds. Dan sekarang saya harus mengulanginya lagi disini dengan ritme yang kacau balau (yah karna emang udah kecapean, karna pola konsultasi dengan pembimbing yang indescribable dan suka bikin speechless, dan mostly karena perasaan udah ga pengen nyentuh laptop buat urusan2 begini lagi). Oleh karena itu waktu sidang baru terbongkarlah segala macem kekurangan thesis saya itu bagi pembing-penguji disini, lah dari kemaren kemana aja….kemana kok baru terbongkar sekarang? Kenapa kok kemarin pas saya konsultasi gak ada peringatan bahwa harus dilakukan perbaikan mayor yang mencakup hal ini dan itu. Bahhhhh…ya udah lah ya…udah kejadian ini… I was thinking to just quit, really… Tapi trus temen2 saya lagi2 menyemangati dari mulai yang ngomong “you’re not a quitter!!!” sampe yang menawarkan diri bilang “…apa perlu ditampar???!!!” :P Bahhhh…oke okeeee…saya ga jadi berenti dan nyerah deh… I will TRY to finish these revisions very very soon… *sighhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh*

Weits udh mulai posting lagi. Byk amat jatah revisimu....stay cool anyway. Di M*#T emg suka mempersoalkan yg gak penting. Untung punyaku udh bagus dari sononya wkkkk
ReplyDeleteuwoo.. keliatan menakutkan.. perbaikan mayor apa aja disitu mba?
ReplyDelete