Jadiii...posting ini adalah dedikasi saya buat temen saya yang tersayang yang lagi galau, dan beberapa hari terakhir ini menuangkan perasaannya itu di blog pribadinya. Semalam dia sempat menanyakan komentar saya mengenai blog-post-nya akhir2 ini dan berkomentar kalo blog saya isinya hanya hal-hal yang berkaitan ama positive thinking dan semangat :P Hahahah...bukannya saya ga pernah galau, tapi saya ga akan membiarkan galau saya itu terlihat oleh banyak orang (terutama yang tidak terlalu dekat dengan saya atau bahkan tidak saya kenal) dengan menuangkannya melalui bercerita begitu saja di blog. Saya lebih suka menuangkannya lewat puisi, soalnya kan maknanya bisa ganda. Dan siapa tau orang yang baca puisi saya jadi tersentuh juga karena lagi merasakan hal yang sama. Well, here are some of my version of galau poems long long time ago :">
Sendu
Mendung menggayut di langit sejak pagi tadi…
Biaskan kelabu hatiku yang benderangnya makin redup.
Kupercayakan sutra kalbu pada cahaya hati yang datang tiba-tiba.
Kubiarkan kelembutannya memenuhi segenap panca inderanya dan juga jiwanya yang sedang mencari damai sejati.
Lepas saja pancar indahku...
Dan semua akan kembali lagi menambah anggun sukma yang ikhlas.
Setitik harapku padaMu...
Biarkanlah secercah cerah datang tuk menyingkap sendu.
Bawakan juga pelangi tuk ceriakan pagiku nanti.
060508
Pelangi cantik di langit kelabu
Parade Malamku
Sang Pangeran Malam datang bertandang.
Dan langit pun bertaburan bintang.
Bulan memimpin dengan binar paling terang, memanggil-manggil arak-arak penghias malam yang selalu dapat hapuskan kelam.
Datanglah lagi Pangeranku...
Karena kunanti slalu keriaan langit yang setia iringi langkahmu kala kau menyapaku.
060508
Splendid sky pictured my imagination of my night parade
Dalam Hati
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin lebih dalam dari palung-palung di kedalaman samudra sana …
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin di dalam lebih terang dari mata mentari yang menantang di siang hari…
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin di dalam senandungnya lebih indah dari nyanyian para bidadari…
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin di dalam putih itu lebih suci dari melati dan salju…
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin di dalam ada semerbak wangi kesturi yang kan mabukkan siapa saja yang menghirupnya…
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin di dalam ada taman indah penuh dengan bunga-bunga cantik yang kan manjakan mata ia yang beruntung dapat memandangnya…
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Mungkin ruang-ruang di dalamnya akan selalu tersedia tanpa batas untuk merengkuh lembut dan melindungi kesayangannya…
Takkan ada yang tahu…dalamnya hati
Bila ia membisu…menyimpan rapat-rapat rahasianya…
Bila ia terdiam…membungkus cepat-cepat lukanya…
Bila ia menangis…dalam sunyi yang akan menyayat-nyayat siapapun yang mendengarnya…
Bila ia mengharu biru…dalam bahagia yang senyap dan hanya diperuntukkan baginya saja…
Bila ia telah memilih…kesayangannya yang teristimewa diantara yang lain yang datang padanya…
Kau takkan tahu…bila tak tanyakan sendiri padanya
Kau takkan tahu…jika ia tak memilihmu untuk tahu
Kau takkan pernah tahu…dalamnya hati saat ia memutuskan untuk pergi tanpa menatapmu lagi…
110508
Mungkin yang di dalam hati, lebih putih dari salju ini
Saling Menemukan
Embun pagi ini bawakan sejuk aromamu ke hadapanku
Menyapa lembut…membelai halus…menjemputku dari ruang angan-angan
Aku terpana menggapaimu tanpa kata
Matamu menyampaikan lebih banyak jawab saat bisik-bisik tanya tanpa suara mendengungkan gundah dan gelisahku
Jernih…damai… “Semuanya akan baik-baik saja, percaya padaku”… Matamu berucap saat membalas tatapanku
Kuberjalan dengan bayangmu memanduku melewati relung-relung pekat yang ujungnya tak terlihat
“Jangan khawatir…tetap di belakangku, dan kan kubawa kau ke pelita itu” lagi-lagi aku tenang melihat tatapmu yang seakan melindungiku dari hamparan pekat tak bertepi
Samar-samar diujung jauh sana kulihat binar lembut yang kaujanjikan
Tapakku perlahan makin pasti menjadi cepat, tak sabar memandikan pandangan yang telah lama haus akan terang
Kau biarkan aku menyusul bayangmu yang kini mengiringi beberapa langkah di belakangku
Selalu…aku tahu
Kau ada disini…disana…
Di tiap jengkal yang kupijak
Di tiap wangi yang kuhirup
Di tiap indah yang kulihat
Di tiap merdu yang kudengar
Di tiap damai yang kurasa
Kamu ada
190308
Segarnya seperti embun di pagi hari




No comments:
Post a Comment